KEMBALIKANLAH KE ALLAH

3 orang yang di uji oleh Allah, orang yang sakit kulit, orang yang botak, dan orang yang buta. Ada pola yang konsisten dilakukan oleh mereka bertiga, dan ini yang membuat hasilnya berbeda. Kalo kita menerapkan pola mereka, kita akan seperti mereka, tergantung pola mana yang akan kita pilih. Menyimak pola yang si Buta terapkan, pada saat miskin dan pada saat kaya, pada saat sakit dan pada saat sehat, polanya sama. Maka pada saat si Buta ditanya, apa hal yang kamu inginkan dan sukai? Dia menjawab, Aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga akhirnya dia pun bisa melihat. Allah mengembalikan mataku sehingga aku bisa melihat ketika ditanya apa yang kamu sukai sebutan langsung mengingat Allah subhanahu wa ta'ala mengembalikannya kepada Allah Allah Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku bisa melihat, *Ini saat Buta sakit dan miskin, ia kembalikan perkara kepada Allah, dan pada saat beliau kaya dan sehat ketika, didatangi malaikat, jawaban beliau adalah, dulu aku miskin dan Allah mengembalikan mataku, lagi-lagi pola yang sama, mengembalikan ini semua kepada Allah. Lalu beliau tutup dengan mengucapkan demi Allah aku ngga akan pernah keberatan dengan apa yang kamu ambil karena Allah subhanahu wa ta'ala. Konsistensi, apapun yang terjadi, dikembalikan kepada Allah. Kemudian dia mendatangi si botak dan bertanya, 'Apakah yang paling engkau sukai?' Dia menjawab, 'Rambut yang indah dan hilangnya dari diriku penyakit yang karenanya manusia merasa jijik kepadaku.' Itu pada saat mereka lagi susah pada saat mereka lagi sukses pola yang sama. Dua pihak ini konsinten dengan pola yang sama, Yang satu kembalikan semua ke Allah yang satu arahnya ke makhluk. Apa yang terjadi? Yang kembalikan ke mahluk semuanya berantakan dan yang mengembalikan perkara ini ke Allah, dia akan berhasil dan butuh konsitensi. Orang-orang yang terbaik itu mengembalikan semua masalah ke Allah, tidak kepada dirinya dan tidak kepada mahluk sekecil apapun Seperti ( Qs. As-Syua'ra : 80 ) وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ "Dan apabila aku sakit Allah lah yang menyebuhkanku" ( Qs. As-Syu'ara : 79 ) "Dan dialah yang memberikan aku makan dan memberikan aku minum" Dalam hidup harus konsitensi, dalam sebuah pola mulailah dari hal-hal kecil. Kalau kita gabisa kembalikan ke Allah dalam hal sederhana, bagaimana kita bisa mengembalikan hal besar ? Ini yang membuat si buta bisa melihat, karna semua dikembalikan kepada Allah, itulah iman itulah tauhid, yang bisa hanya Allah. Itulah inti dari hal itu semua kembalikan ke Allah. Semakin kita mengarah pada manusia, makin sengsara, jangan salah. Siapapun harus kembalikan kepada Allah maka semua akan nyaman tenang. Kita setiap hari baca ayat yang sangat femiliar ayat kursi ( Qs. Al-Baqarah : 255 ) "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar." Milik Allah lah semua yang ada di langit dan bumi, semua milik Allah, hak Allah dan kepunyaan Allah, ayat itu kekuatan hidup. OBAT KITA KETIKA KENA MUSIBAH   "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 156) Kenapa kita udh baca zikir tetep aja drop - hancur - drop? karena hanya dalam lisan, hati tetep merasa punya, maka begitu hati merasa punya, maka begitu ada kehawatiran hilang, kita ketakutan dan justru itu yang membuat berantakan. Dan, merasa punya dengan gaya apapun itu berantakan di dunia maupun akhirat, sehingga kita gasiap kehilangan dunia, Jangan lupa selalu minta pertolongan kepada Allah. Oleh karena itu kita harus membuka pola ini, pelan-pelan minta pertolongan sama Allah, dilatih diresapi kalau membaca ayat kursi. Wallahu'alam, Jazakumullah Khayr sudah membaca, afwan apabila ada kesalahan dalam penulisan. - Kritik & Saran langsung DM @tulisanensa - Semoga, setiap kita dimudahkan Allah untuk mengamalkan dan men-share ilmu ini, aamiin. Dapatkan resume lainnya di Playstore dan Instagram @tulisanensa - Post di Feeds menyusul yaa -.